Semoga artikel-artikel yang ada di dalam blog ini bermanfaat bagi kita semua. Semua artikel dalam blog ini boleh di-copy dan disebarluaskan, tapi mohon untuk menyertakan link ke blog ini (www.lampuislam.blogspot.com).

Konsep Trinitas




Pertama-tama, lebih mudah jika kita merujuk kepada sumber Kristen dan membaca apa penjelasan mereka tentang Trinitas. The New Westminster Dictionary of the Bible mengatakan

“kata trinitas tidak ada di dalam Bible.”

Menurut Harper Collins Encyclopedia of the Bible

“Doktrin tentang trinitas tidak ditemukan di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.”

Jika kata trinitas tidak ada dalam Bible, maka darimana dia berasal? Dan kenapa begitu banyak orang yang mempercayainya? Sebenarnya konsep trinitas diciptakan oleh Tertullian, seorang pengacara dari Cartage (sebuah daerah di Afrika yang berada di bawah kekuasaan Romawi) di sekitar tahun 220 M.  Tertullian mengemukakan konsep tentang terbaginya keilahian di antara Tuhan Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Konsep ini mulai ada pada tahun 220 M, setelah kalender Masehi dimulai. Dan misi Yesus Kristus dilaksanakan di sekitar tahun 34-37 M. Berarti konsep Trinitas baru muncul 200 tahun setelah misi Yesus berakhir. Berarti selama 200 tahun, orang Kristen manapun tidak pernah mendengar tentang konsep trinitas. Dan memang umat Kristen pada masa-masa awal tidak setuju dengan konsep trinitas. Jadi ada sekte Kristen pada masa awal yang percaya bahwa Tuhan itu satu (tanpa trinitas). Dan Yesus Kristus memang mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa.

Menurut Hans Kohn, seorang sarjana Kristen yang terkenal:

“Di seluruh Perjanjian Baru tidak ada doktrin tentang satu Tuhan dalam tiga kepribadian, tiga entiti, seperti keimanan adanya Tuhan Bapa, Yesus sang anak, dan Tuhan Roh Kudus. Tidak ada doktrin tentang Tuhan menjadi tiga atau trinitas.”

Dengan kata lain, menurut Bible Harper Dictionary

“Doktrin formal tentang trinitas seperti yang ditemukan dalam Dewan Gereja pada abad ke-4 dan ke-5, tidak ditemukan dalam Perjanjian Baru.”

Dan dalam komentar lainnya, Hans Kohn berkata:

“Konsep trinitarian adalah sesuatu yang rumit dan terkadang tidak masuk akal, dan butuh pemikiran keras untuk mengerti konsepnya.”

Saya rasa semua orang tahu bahwa Kredo Nicea dihasilkan dari Dewan Nicea pada tahun 325 M. Ada sebuah komentar

“Pengakuan iman akhirnya disetujui oleh para uskup Nicea untuk membela keimanan melawan para Arianisme, meskipun ada perasaan was-was karena ini bukanlah sebuah terminologi dalam Bible.”

Jadi dari pernyataan di atas kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 

Pengakuan iman dari Kredo Nicea akhirnya disetujui dengan perasaan was-was, mereka tidak yakin akan hal itu. Kenapa? Karena konsep trinitas tidak disebutkan dan tidak sesuai dengan Bible. Yang berarti ada sekumpulan orang yang menciptakan konsep ini dan mereka menyukainya, kemudian mengesahkannya.

Hal lainnya yang dapat kita pelajari adalah para uskup Nicea menciptakan konsep trinitas untuk melawan para Arianisme.

Ini adalah poin yang sangat penting. Aries adalah seorang uskup yang menentang trinitas. Dia berkata:

Jika Tuhan adalah Bapa dan Yesus adalah Anak, maka pasti ada masa ketika sang Bapa mendahului sang Anak, jadi sang Anak tidak abadi. Bagaimana mungkin sang Anak bersifat abadi jika dia berasal dari sang Bapa? Pasti ada suatu waktu ketika Bapa mendahului anak.

Argumen Aries adalah iman unitarian (menolak trinitas), dia percaya bahwa Tuhan itu satu, seperti kata Yesus Kristus sendiri. Dalam 3 tempat di Perjanjian Baru, Yesus Kristus ditanya tentang perintah Tuhan yang paling utama dan dia menjawab “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.” Tidak pernah sekalipun dia menyebut-nyebut tentang trinitas.

Jadi, kenapa dunia Kristen merasa butuh untuk menyatukan pendapat dalam iman trinitas? Dalam satu sisi, ada Aries dengan iman Kristen unitarian-nya dan uskup lainnya yang mengikuti Kekristenan Aries. Tapi umat Kristen lainnya ingin menetapkan trinitarian. Kenapa mereka melakukan ini? Mereka melakukan ini karena Kaisar Konstantin (Kaisar Romawi pada waktu itu) melihat kerajaannya terpecah belah karena pertengkaran agama. Dan pada saat yang sama, Kerajaan Romawi sedang berperang dalam banyak pertempuran. Jadi semua ini memaksa Kaisar Konstantin agar kerajaannya bisa bersatu dalam satu keimanan agama. Dan pada saat itu, trinitarianisme adalah paham mayoritas karena mereka dipaksa untuk menganutnya, bukan karena jalan penyebaran agama.

Meskipun Kristen trinitarian sudah ditetapkan pada masa Konstantin, tapi paham ini pernah menghilang karena Konstantin meninggal. Dia meninggalkan 2 anak laki-laki, yaitu Constan dan Constantius. Constan lebih kuat daripada saudaranya. Dia memerintah setengah kerajaan sedangkan Constantius memerintah setengahnya lagi. Constan memaksa adanya gereja-gereja trinitarian di seluruh kerajaan. Dan Constan juga memaksakan iman trinitarian kepada Constantius yang merupakan Arian.

Tapi Constan meninggal lebih dulu. Seiring Constan meninggal, maka Constantius menggantikan posisinya dan menetapkan Arian atau Kristen Unitarian di seluruh kerajaan. Jadi kerajaan kembali menjadi Kristen Unitarian.

Tapi hal ini belum berakhir. Setelah Constantius meninggal, Julian naik menggantikan tahtanya. Julian mencoba untuk mengembalikan Kerajaan Roma menjadi paganisme yang dulunya pernah dipraktekkan. Dia tidak berhasil karena hidupnya singkat. Ketika dia meninggal, anaknya mengambil alih, dan sekali lagi mereka terpecah belah. Yang satu menguasai setengah kerajaan di bawah Kristen Trinitarian, dan yang satunya lagi menguasai setengah lainnya di bawah Kristen Arian.

Hingga akhirnya ketika mereka meninggal, Kristen Trinitarian telah tumbuh pesat dan menjadi Kristen Orthodox Roma. Kesimpulannya adalah paham trinitarian mengalami sejarah yang berfluktuasi dan banyak penentangan.

Kemudian kredo Nicea memberikan kekuasaan kepada dewan Chalcedon pada tahun 451 M. Meskipun begitu, pada saat itu keadaan Romawi begitu kacau.  Di dalam The New Catholic Encyclopedia tertulis

“Pada paruh kedua abad ke-20, memang susah untuk menemukan tulisan yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan tentang wahyu, evolusi doktrin, dan pengembangan teologi tentang misteri Trinitas, diskusi tentang trinitas, Katholik Roma. Hal-hal lainnya juga berada dalam bayangan yang samar karena konsepnya sendiri tidak mewakili ajaran dari masa awal dan merupakan hasil dari pengembangan doktrin abad ke-3. Paham Trinitarian-lah yang menggantikan sumbernya (paham Unitarian) dan benar-benar bertanggung jawab atas bayangan yang samar.”

Jadi menurut The New Catholic Encyclopedia, Kristen trinitarian mengikuti konsep yang tidak mewakili ajaran aslinya. Dengan kata lain, trinitas tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus, para muridnya, dan umat Kristen masa awal.

Seakan-akan hal ini tidak cukup, di dalam The New Catholic Encyclopedia juga tertulis

“Prinsip satu Tuhan yang berada dalam 3 bagian tidak secara kuat diimani, tidak secara kuat dianut dalam kehidupan umat Kristen dan dalam pengakuan iman umat Kristen sebelum akhir abad ke-4. Konsep ini yang pertama kali memperoleh gelar “Dogma trinitas.” Akan tetapi, di antara para Bapa Apostolik, tidak ada yang memiliki sikap atau pandangan seperti itu (menganut trinitas).”

Wow, jadi butuh 300-400 tahun menjauh dari masa asalnya sebelum akhirnya trinitas diciptakan dan diterapkan ke dalam iman umat Kristen. Bahkan para Bapa Apostolik tidak ada yang mengakui iman trinitas.

Jadi apakah ada agama yang mengikuti ajaran Yesus Kristus yang sebenarnya? Apakah ada agama yang tidak perlu jangka waktu lama, sekitar 300-400 tahun untuk menerapkan doktrin yang tidak dikenal oleh para Bapa Apostolik? Apakah ada agama yang menjalankan paham monoteisme yang diajarkan Yesus Kristus ketika dia berkata “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.” Jika kau menjawab Islam, maka jawabanmu benar.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Yesus Kristus, anak Maria itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maria, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "Tuhan itu tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (An-Nisaa’:171)

Dalam Al-Qur’an, Allah juga memperingatkan:

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (Al-Ma’idah:77)

Kita mungkin ingin membahas masalah ini lebih jauh. Kita bisa mengutip pernyataan sarjana lainnya. Bart D. Ehrman dalam menanggapi ajaran Paulus:

“Para Adoptionus menganggap Paulus yang merupakan salah satu penulis Perjanjian Baru yang terkenal, sebagai seorang yang menyesatkan dan bukannya seorang rasul.”

Kita bisa mengutip Joel Carmichael:

“Kita berada pada jarak yang amat jauh dari Yesus. Kedatangan Yesus hanyalah untuk menggenapi hukum Taurat dan para nabi. Jika dia mengatakan “Tidak satu iota atau setitik pun yang akan dihapus dari hukum Taurat” bahwa perintah Tuhan yang paling utama adalah “Dengarlah Wahai Israel, Tuhanmu adalah satu dan tak ada seorang pun yang baik kecuali Tuhan”, maka apa yang akan Yesus lakukan jika dia melihat pekerjaan kotor Paulus?”

Dan mari kita ingat bahwa Paulus-lah yang mengucapkan dan menciptakan ideologi dan teologi Pauline dan kemudian mengubahnya menjadi prinsip trinitas. Dalam komentar Dr. Johaness Weiss yang merupakan penulis terkenal:

”Karena itu, iman dalam Kristus seperti yang diyakini oleh gereja-gereja primitif dan Paulus adalah sesuatu yang baru, bukan seperti ajaran Yesus. Ini adalah sebuah agama jenis baru.”

Yesus Kristus mengajarkan keesaan Tuhan dan para Kristen masa-masa awal juga beriman kepada keesaan Tuhan, para Bapa Apostolik juga percaya keesaan Tuhan. Adalah prinsip yang dikhotbahkan oleh gereja-gereja Kristen pada masa selanjutnya yang menjadi prinsip trinitarian.

Baigent dan Lee menyimpulkan hal ini sebagai berikut:

“Dalam semua perubahan yang mengikutinya, perlu ditekankan bahwa Paulus adalah seorang Kristen sesat yang pertama. Dan ajarannya yang menjadi pondasi dari Kristen pada masa-masa selanjutnya, adalah sebuah penyimpangan besar dari ajaran aslinya atau ajaran bentuk baru.”

Eisenman menyatakan:

Yakobus muncul sebagai penjaga ajaran asli, orang yang menerangkan ajaran yang murni, dan seorang yang taat terhadap hukum Taurat, dan dia tidak ingin adanya agama baru dimana Paulus menciptakannya.”

Jadi teologi mana yang menang hari ini? Kupikir kita semua tahu. Pada masa sekarang gereja Trinitarian-lah yang paling dominan di dalam dunia Kristen, sedangkan gereja Unitarian sangat menjadi minoritas. 

Ketika kita meminta bukti-buktinya kepada umat Kristen trinitarian, apa saja bukti yang mendukung konsep trinitas, bukti yang selalu mereka angkat adalah I Yohanes 5:7-8. Dalam ayat inilah disebutkan tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan disebutkan bahwa ketiganya adalah satu hakikat. Ayatnya berbunyi sebagai berikut:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (I Yohanes 5:7-8)

Tapi masalahnya adalah, ayat ini tidak ada di dalam kitab aslinya. Ayat ini hanya ada di dalam Bible terjemahan. The Interpreter’s Bible menyatakan

King James Version yang menyertakan ayat ini haruslah ditolak. Ayat ini tidak ada dalam manuskrip kuno berbahasa Yunani, juga tidak pernah diucapkan oleh para pendeta Yunani.

Dr. Scofield dalam Bible-nya, The Scofield Reference Bible menulis:

“Sudah disepakati bahwa ayat ini tidak ada dalam manuskrip aslinya dan telah disisipkan.”

Professor Bruce M. Metzger mengatakan:

“Ayat ini palsu dan tidak punya hak untuk dimasukkan dalam Perjanjian Baru, dia merupakan ayat sisipan.”

Jadi bagaimana mungkin ayat ini bisa ada? The Johannine Comma yang merupakan nama lain ayat ini, I Yohanes 5:7-8 dimasukkan ke tepi halaman oleh para penulis Bible. Beberapa orang menyukainya, kemudian mereka memasukkannya ke dalam Bible dan dari situlah masalahnya berlanjut. Tapi sekarang dengan adanya kejujuran dari sarjana-sarjana Kekristenan modern, kita tahu bahwa ini adalah ayat sisipan yang tidak ada dalam kitab aslinya. Itulah mengapa para sarjana Kristen menginginkan ayat ini agar ditolak. Ayat ini telah dihapus atau diubah dalam Bible Revised Standard Version , The New Revised Standard Version, The New International Version, The New American Standard Bible, The Good News Bible, The New English Bible, The Jerussalem Bible, Dobius New Translation, dan masih banyak lagi yang lainnya. Para sarjana Kristen yang jujur mengakui bahwa ayat ini tidak memenuhi syarat dalam analisis kritikal. 

Ada banyak bukti lain yang lebih lemah tapi juga mendukung, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku telah mempersembahkan bantahan-bantahan untuk argumen-argumen Kekristenan Trinitarian dan mereka semua ada jawabannya. Aku mengundang siapa saja ingin tahu lebih banyak tentang masalah ini, tolong kunjungi websiteku www.leveltruth.com, kau juga akan menemukan bukuku, MisGod’ed dan God’ed, juga artikel-artikel dari bab-bab yang belum dipublikasikan. 

10 comments:

  1. Kamu mengatakan pada bible tidak ada yang menuliskan konsep trinitas,tetapi ada kutipan kamu dari bible tentang konsep trinitas.mana yang benar, diawal tulisan saja sudah bertentangan.

    BalasHapus
  2. Kamu membandingkan ayat suci kitab dengan pendapat manusia,apakah manusia mampu menilai dan menguji Allah? Bukankah manusia itu ciptaan?bagaimana myngkin seorang yang bukan nabi,rasul bisa medikte kebenaran Firman Allah. Kamu harus belajar membuat tulisan,bedakan tulisan sikripsi atau tulisan menguji Firman Allah. Tulisan kamu ini skripsi?sehingga banyak pendapat orang?

    BalasHapus
  3. Memang benar di bible tidak ada secara langsung Yesus berbicara ada trinitas,tetapi saya katakan ada ditemukan konsep ingat "konsep" trinitas.konsep trinitas banyak ditemukan di ayat Alkitab/bible. Tetapi kamu tidak akan paham kalau kamu tidak membaca Alkitab keseluruhan.kamu bisa mengerti kalau beriman kepada Yesus itu adalah Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak akan menganggap Yesus Tuhan, Karena iman kami Yesus hanya manusia yang diangkat oleh penguasa Romawi menjadi Tuhan. Tidak ada tuhan yang di salip dan tidak Tuhan yang menebus dosa buat manusia. Dosa manusia di tanggung manusia itu sendiri, Jika Manusia punya dosa dengan Tuhan, manusia hanya bertaubat dan minta dengan sungguh2 untuk diampuni dosanya, sedangkan apabila punya salah (dosa) sama manusia kita perlu minta maaf dengan manusia dan baru minta maaf kepada Tuhan. Jadi secara logis kami tak Tuhan yang menebus dosa manusia dengan menjadi manusia yang di salib. Sebagai Umat kristen selalu menggunakan simbol salib, apabila disiksa dengan kursi apa anda akan menggunakan simbol kursi. Huhhhhh... narsis sekali simbol tersebut, malah akan ditertawakan banyak orang. Pakai logika anda, kami tidak pernah memusuhi agama kristen ataupun yang lain, tetapi banyak umat kristen sendiri yang menyerang agama kami Islam.

      Kami mengakui adanya Yesus (Isa) tapi bukan sebagai Tuhan, melainkan ia hanya sebagai utusan Tuhan sebagai penyelamat di zaman bani israel waktu itu dan bukan zaman sekarang. Kami hanya mengakui pengikut Yesus sebagai Nasrani dan memiliki ajaran Tauhid percaya akan Satu Tuhan (Tuhan Yang Maha Esa)

      Hapus
    2. to Boypeace

      jadi dosa2 manusia dapat ditebus dengan perbuatan2 baik dan amal ibadah dan aksi menyiksa diri?? hehehe.. anda tidak bisa membersihkan lantai kotor dengan air kotor.

      ajaran Budha, Hindu dan ajaran kebatinan juga menekankan pada perbuatan baik dan praktik penyiksaan diri sebagai sarana untuk MENDEKATKAN diri pada Tuhan. terus apa bedanya sama Islam????

      dalam ajaran Alkitab, TUHAN lah yang MENDEKATI manusia yang berdosa agar mereka diselamatkan melalui karya penebusan yaitu kurban Agung dan kasih karunia melalui Yesus Kristus.

      Yesus adalah Firman Allah yang DIUTUS oleh Allah Bapa untuk menjadi manusia. Ya, Yesus adalah Utusan dari Allah. :) :)

      Salib Kristus adalah lambang dari ajaran KASIH KARUNIA: Kasih Allah kepada manusia (vertikal)/mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia (horizontal).

      nah.. Islam kan pake simbol bulan sabit. Arti itu lambang apa sih????

      anda bilang "kami tidak memusuhi agama Kristen dan yang lain, tetapi banyak umat kristen sendiri yang menyerang agama kami Islam".
      HAHAHAHAHAHAHA... :) silahkan baca Alquran dan Hadist anda (NB: kalau anda ngerti apa yg dibaca). ajarannya Muhammad lah yang mengajarkan KEBENCIAN pada Kristen, Yahudi bahkan orang2 yg MENOLAK agama Islam.

      Mana ada ajaran Yesus Kristus yang MENYURUH umat-Nya untuk MEMERANGI orang Islam atau yg menolak Injil.

      Ajaran Tuhan yg sejati itu penuh KASIH dan BELAS KASIHAN bukannya terror, narsisme dan rasisme. :) :) :)
      Saya berdoa agar orang2 Muslim MELIHAT kasih Allah dan pengampunan yang sejati dalam nama Yesus Kristus.

      salam fajaryehuda

      Hapus
  4. Kami tidak butuh penyatuan akan adanya Trinitas, karena memang dari dahulu sudah ada dengan Allah. Karena pemahaman manusialah yang berbeda-beda tentang Trinitas sehingga supaya tidak ada kesalah pahaman maka diambil suatu jebenaran yang pasti. Kamu islam juga seperti itu di jaman setelah matinya muhammad ada pemberontakan,pecahnya ajaran/doktrin islam,antara islam suni dan syiah. Dan siapa yang pantas pengganti muhammad,saya tanya sama kamu,apakah gelar nabi itu keturunan?

    BalasHapus
  5. Semua pendapat yang anda kutip menurut saya tidaklah benar,Firman Allah tidak salah karena Ia kekal,manusia hanya bisa menafsir. Jika tafsiran salah maka sesatlah ajaran itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. artikel ini ya garis besarnya udah jelas agama kristen udah terlalu menyimpang dari ajaran aslinya dan sudah tidak murni lagi kalo kata kasarnya ya udah sesat karena udah menyimpang dari ajaran asli yesus sendiri .
      dan pendapat pendapat manusia ini dari orang-orang ahli kristen sendiri kok yang mengakui, tidak seperti anda yang bahkan ilmu anda saja tidak lebih tinggi dari mereka para peneliti itu ya mungkin karena itu jadi tidak mau mengakui yah ga heran lah ya.

      "Kamu mengatakan pada bible tidak ada yang menuliskan konsep trinitas,tetapi ada kutipan kamu dari bible tentang konsep trinitas.mana yang benar, diawal tulisan saja sudah bertentangan."
      kan dibilang bahwa ayat “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (I Yohanes 5:7-8)
      ayat palsu
      berarti memang dari awal ayat itu tidak pernah ada itu merupakan ayat tambahan dari manusia
      berarti bener dong memang aslinya trinitas tidak ada di bible sama sekali dan menjadi ada setelah ditambah manusia berarti kalo udah ditambah manusia berarti sudah tidak murni dong?

      firman allah ga pernah salah ?
      ya tentu saja tapi bagaimana kalau kitabnya itu sendiri banyak versi nya dan isinya ada yang ada disini dan ada yang disitu ga ada? yang kalo kasarnya isinya udah diacak2 sama ahli kitabnya sendiri ada yg dihilangkan ada yang dikurangi atau bahkan ada yang ditambahkan dari tangan para ahli kitab itu dan ahli kitab itu apa ?
      MANUSIA ! terus yang bener2 kitab asli nya ada dimana kalo dirubah gitu?
      memang firman allah tidak pernah salah tapi coba pikir lagi kalo sudah diacak2 seperti ini yang manakah yang merupakan Firman allah yang sebenarnya itu? yang anda bilang tidak pernah salah ? bagaimana cara anda membedakan mana yang benar2 firman allah dan mana yang merupakan tambahan atau sisipan baru hasil acak2an dari parah ahli kitab ? .
      oleh karena itu di dalam al-qur'an allah berfirman
      “Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (Al-Ma’idah:77)

      siapa yang dimaksud ahli kitab? yang yg maksud parah ahli kitab kristen yang seperti di artikel diatas sudah dijelaskan , harus bersepakat untuk menambahkan ayat ini lah menghilangkan ayat ini lah dan sehingga kitab nya sudah tidak murni lagi seperti yang dilakukan oleh paulus .

      Hapus
    2. to anonim

      nah.. seperti apa sih ajaran Yesus yang asli????
      apa seperti yg ada dlm Alquran anda?

      HAHAHAHA.. :) :) :) pake pembuktian terbalik donk.
      kalau anda menilai sesuatu itu PALSU, maka anda harus MENYERTAKAN yg aslinya. masa koar2 ada barang palsu tapi gak tau mana yg asli sih.. :) :) aya aya wae

      ngomong tuh pake data donk.. ajaran Islam yg dimulai oleh muhammad baru ada pd tahun 600-an Masehi di Arab sedangkan 4 kitab Injil Kanonik dalam Perjanjian Baru yg ditulis pada masa murid2 Yesus yg pertama yg dipimpin oleh Rasul Petrus sudah ada sejak pertengahan abad PERTAMA di Israel.

      Memfitnah Paulus cuma kerjaan sia-sia.
      wong Paulus sebelumnya adalah orang Yahudi dari golongan Farisi yg fanatik yang MEMBENCI ajaran Yesus adalah TUHAN yg ada di Yerusalem dibawah pengembalaan rasul Petrus.

      Pelajari dan baca Alkitab dengan benar jangan cuma disesatkan oleh PRASANGKA-PRASANGKA. :) :) :) :) pastikan kalau anda sudah membaca Alquran anda dengan baik dan benar baru ngomentarin kitab orang lain. hehehe.. :) :) kalau membaca tulisan2 yg gak ngerti artinya kan lucu juga. cuma gaya-gayaan kan heheh :)

      salam fajaryehuda

      Hapus
  6. agama islam adalah agama yang sempurna dengan mengakui agama2 yang ada sebelumnya dengan catatan saat agama itu belum menyimpang dan mengajarkan bahwa tuhan itu esa yaitu allah swt dan coba pikir kenapa ada agama islam? ya untuk meluruskan agama yang sudah menyimpang agar menjadi lurus kembali tapi kebanyakan dari mereka yang dibimbing ke jalan yang lurus tidak mempercayainya

    kita tunggu saja sampai yesus turun kembali ke dunia ini dan mengklarifikasikan semua kebenaran yang sebenarnya
    seperti yang difirmankan allah swt di dalam al-qur'an

    "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
    (QS: Al-Maidah Ayat: 116) "
    "Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
    (QS: Al-Maidah Ayat: 117) "
    "Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    (QS: Al-Maidah Ayat: 118)"

    coba cerna secara mendalam

    tapi yang menjadi masalah apakah pada saat itu terjadi ? anda masih bernyawa?

    BalasHapus